July 2, 2012

AMBIGU


Ambigu
Ketika aku tak mampu membedakan antara mimpi dan nyata.
Semua berjalan seperti biasanya, pagi hari datang aku bangun, mandi, sarapan, dan berangkat sekolah. Iya, sekolah... Sekolah tempat aku bertemu teman terbaikku Nadia dan tempatku bertemu dia... Aku berjalan santai ke tempat dudukku, kulihat Nadia belum datang, aku tahu ini terlalu pagi baginya untuk datang. Aku meletakkan tas ransel kuninngku, dan duduk.
“Ciee.. tumben pagi banget datengnya, biasanya bareng Nadia kan?” , sahut seorang cowok yang tak kusadari sudah ada di kelas ini sebelum aku datang. Dia Reza, seorang cowok dengan postur tinggi, bola mata hitam kelam, dan aku suka matanya itu.
“Ehehe.. iya, tadi tumben banget aku bangun pagi”, jawabku lalu tersenyum.
Sejujurnya aku merasa kurang sehat hari ini, jadi kuputuskan untuk tidak banyak bicara.

“Tau nggak, Nta! Tadi si Reza ngasih aku coklat lhoo”
“Oiya! Janganjangan dia suka kamu tuh! Tapi, tetep inget Bagas lho ya!”
“ehehe iya iyaaa, aku sayang kok sama dia. Reza itu Cuma aku anggep........... apa yah?” , aku hanya tersenyum menanggapinya. Sejak masuk di kelas ini, Nadia memang terlihat sangat menyukai Reza, tapi yang aku tahu dia sangat menyayangi pacarnya yang ada di kelas sebelah itu.

Hari ini, tiba-tiba badanku terasa lemas, jangankan berdiri, untuk duduk beberapa saat saja aku harus mengumpulkan tenaga terlebih dahulu, dan kuputuskan untuk tidak masuk sekolah saja. Beberapa jam aku hanya bisa diam di kamar, memandangi langit-langit kamar, yang sejak tadi tidak berubah warna #nahlho?
Tiba-tiba kudengar hapeku berdering, tanda sms masuk, kucoba sekuat mungkin meraih hape yang sebenarnya tak jauh dari kasur tempatku tidur. Dan dapat!
Nta, ngapa kamu ga masuk? Sepi nih kelas ga ada kamu! From:Reza
Aku sakit tau! Males ah, di kelas pasti kamu ngajakin tengkar terus!
Ehehe.. emang iya sih! Yaudah deh, istirahat sono! From: reza
Hari-hari selanjutnya berjalan seperti biasa, Nadia semakin hari semakin mengagumi reza, sementara aku semakin hari aku semakin sering bertengkar dengan Reza. Dan satu hal yang kalian perlu tau, Bagas dan Nadia putus dan itu karena Nadia yang kelihatan banget kalo dia suka Reza -_-

2 bulan berlalu, 4 bulan berlalu, dan 6 bulan berlalu...
Aku tetaplah Sinta yang dulu, yang masih mengagumi mata hitam Reza, dan masih seperti yang dulu selalu bertengkar dengan Reza. Nadia tetap seperti yang dulu, tetaplah seorang gadis feminim yang sangat mengagumi Reza seutuhnya. Dan begitupun reza, tetap seperti yang dulu, yang selalu bersikap manis kepada Nadia dan selalu merasa bangga setelah melihat muka cemberutku. Yang berbeda adalah, hari ini, besok, dan besoknya lagi adalah hari libur. Aku, Nadia, dan Reza jarang bertemu satu sama lain. Sampai suatu hari, aku bertemu dengan Reza di taman kota, ini hal yang luar biasa. Karena sehari kita bertemu, kita tidak bertengkar sama sekali, dia baik padaku, begitupun aku. Dan kami pulang dengan senyum merekah, tanpa ada satupun yang spesial.

Hari-hari berikutnya aku tidak bertemu lagi dengannya, tidak sms, telfon, chatting atapun lainnya..
Reza berjalan ke arahku, dia tersenyum, mata hitamnya berkilau di mataku, dan aku  ikut tersenyum.
“Hai, Nta!” , suara Nadia di belakang mengagetkanku, aku berbalik, aku melihat Nadia bersama teman sekolah kami, Dony. Aku tak tahu apa yang terjadi dengan Nadia dan Dony, Reza sudah ada di depanku sekarang, dia meraih tanganku dan menggenggamnya erat, entah kenapa aku hanya diam saja. Tapi, sejenak kemudian aku melihat Reza tersenyum kepada Nadia, senyum yang tidak biasa, aku sempat terdiam, ada apa dengan mereka?? Dony yang tadinya bersama Nadia tiba-tiba menarikku dan hendak mengucapkan sesuatu sesaat setelah Reza kembali meraih tanganku.
Aku bagaikan sebuah barang yang ditarik sanasini, tapi aku bagaikan sebuah barang yang tak bisa berbuat apa-apa, batinku meronta aku ingin berkata “tolong lepaskan aku! Dan ada apa ini!” Tapi semua sia-sia, kepalaku pusing dan aku terjatuh, dengan memandang Dony penuh pertanyaan “ada apa sebenarnya?” , pandanganku beralih ke Reza yang sedang memandang Dony dengan tatapan marah, Reza mambantuku bangun, Dony pergi, dan Nadia pingsan...
Aku semakin bingung dengan ini semua, Nadia pingsan dan aku tak tahu harus berbuat apa, Reza terlihat bingung, dengan sigap dia memindahkan Nadia di bangku stasiun, iya! Aku baru sadar ini stasiun kereta api, lalu untuk apa aku disini?? Untuk apa mereka ada disini?
“Reza?” , suara Nadia lirih, baru tersadar dari pingsannya. Aku hanya diam.
“Iya aku disini..” , jawab Reza dan Nadiapun tersenyum. Aku tetap diam, seolah-olah aku menonton acara televisi.
“Kamu baik ya sama aku, kamu suka aku yaa??” , tanya Nadia genit. Saat itu aku bertanya, bagaimana bisa dia sembuh dan bertenaga dengan secepat itu sesaat setelah dia pingsan?
“Iya, aku suka kamu” , jawab Reza lirih lalu tersenyum lembut. APA??. Saat itu sekujur tubuhku terasa lemas, beberapa menit yang lalu Reza menggenggam tanganku erat bagaimana mungkin?? Bagaimana bisa??
“Za, kita pergi yuk! Nta, kamu sama Dony aja ya pulangnya” , mereka pergi, dan Dony pun mengajakku pergi. Aku merasakan pening yang benar2 pening, aku merasakan sesak yang benar2 sesak, aku merasakan lelah yang benar2 lelah...
Drrrt...drrrt... *hp bergetar*
Aku berusaha meraih hp, dan membuka sms yang masuk.
Pagi, Ntaaa {} apa kabar? From: reza
Aku sadar semua yang kualami hanyalah mimpi, ini adalah hari terakhir libur. Dan aku masih terdiam di dalam selimutku yang hangat. Aku segera bangun dari mimpi ambiguku itu, dan bergegas mandi. Hari ini teman sekelas nagadain party dan aku gaboleh telat, tanpa melirik sarapan aku langsung pergi ke rumah Nadia... Di perjalanan, tiba-tiba aku teringat mimpiku itu, mimpi yang membuat dadaku terasa sesak, aku berfikir, akankah semua itu menjadi kenyataan?
“Hai, Ntaa!” , Nadia menyapaku dengan riang, caranya menyapaku membuatku teringat akan mimpi itu, aku tak berniat untuk menjawabnya, aku hanya diam, dan kami berangkat bersama ke rumah Diana, tempat party diadakan.
Seperti biasa, Nadia sibuk bercermin, membenahi rambut, dll nya, aku hanya memandanginya dalam diam, dan bertanya dalam hati “apa kau sejahat itu padaku? Atau......... aku yang jahat padamu?” , pertanyaan itu membuatku sadar “apakah aku yang jahat padamu?” , pantaskah aku dikatakan teman, jika aku menyukai orang yang disukai sahabatku sendiri?

Aku melihatnya, aku melihat Reza, tetap dengan matanya yang hitam kelam. Ah, aku ingat, sms nya tadi pagi belum kujawab, tapi pikiranku terganggu saat ini, aku tidak bisa menjwabnya, aku tidak tau harus menjawab apa.
Aku beranjak, hendak mengambil segelas minuman, namun tiba-tiba saja Reza sudah ada di hadapanku, aku diam, aku bingung, apa yang harus aku lakukan, haruskah aku mengungkit saat-saat ketika kami bersama di taman kota, haruskah aku menceritakan mimpiku, atau haruskah aku minta maaf karena belum membalas sms nya.. Aku benar-benar tidak tahu, tapi dia hanya diam, tidak ada senyum terukir disana, wajahnya datar, seolah-olah kami adalah dua orang yang belum saling kenal. Aku semakin tidak tahu apa yang terjadi...
“Hai, Nta! Apa kabar?” , Dony menyapaku, namun aku kembali menatapnya seolah aku bertanya “ada apa ini?” , aku seolah berada di dalam mimpi lagi, aku seolah tak bisa membedakan mana yang mimpi dan nyata.


------ending? jangan tanya, gue juga lagi mikir -_-


10 comments:

  1. wahh , mantap :)

    kunjungin juga

    www.downloadperai.blogspot.com ya :)

    ReplyDelete
  2. lha ending... mantap karyanya.
    semangat berkarya



    Kunjungan blogwalking.
    Sukses selalu..
    kembali tak lupa mengundang juga rekan blogger
    Kumpul di Lounge Event Blogger "Tempat Makan Favorit"

    Salam Bahagia

    ReplyDelete
  3. buset dah ini cerpenya T____T terharuuuuu :')

    ReplyDelete
  4. \(´▽`)/ bagus kembaran bikin terharu #pdhlbelombaca

    ReplyDelete
  5. \(´▽`)/ bagus kembarabn bikin terharu #padahalbelombaca

    ReplyDelete
  6. sumpah.. kamu tau apa yang ada dipikiran aku waktu baca ini? tokohnya jadi terasa seperti....
    jangan bilang kalo mereka itu..... :O

    ReplyDelete
  7. tokohnya siapa? :O temen2 heello dong :p

    ReplyDelete